Xu Xiaodong Strikes Back

Masih ingat nama Xu Xiaodong yang tahun lalu membuat gaduh dunia persilatan karena dianggap mempermalukan seorang pendekar Tai Chi di China? Banyak pihak yang kemudian mengucilkan dan bahkan memusuhinya pasca duel tak seimbang tersebut. Ternyata dia kembali membuat kejutan. Minggu lalu (18 Maret ) Xiaodong diberitakan telah menahlukkan sekali lagi seorang seniman bela diri tradisional China yang mengaku sebagai murid generasi ke-4 keturunan Yip Man -sang guru dari legenda Kung fu dunia Bruce Lee.

Di awal pertarungan 3 menit tersebut, sang praktisi “Wing Chun”, yang diidentifikasi bernama Ding Hao (丁 浩), dengan lincahnya melancarkan tinju beruntun ala Donnie Yen, namun Xu  menanggapinya dengan santai dan dengan cepat menangkap lalu melempar tubuh Ding ke matras. Wasit memisah kedua petarung karena aturan yang disepakati tidak membolehkan groundfighting. Jika kita perhatikan, belasan pukulan Ding tidak nampak seperti pukulan yang mematikan. Sementara Xu hanya dengan dua kali uppercut kiri ringan mampu membuat Ding terjungkal. Hal yang sama terulang lagi setelah restart pertama, saat Xu berhasil melepas overhand right-nya.

Sisanya bisa ditebak. Xu dengan mudah terus menekan, melempar dan kembali membanting lawannya ke matras sebanyak enam kali, dengan bonus selingan adegan lucu; wasit melompat secara dramatis untuk melindungi Ding dari serangan susulan Xu. Petarung “Wing Chun” ini sempat terlihat linglung, ber-darah2 dan kebingungan tak tahu harus bereaksi apa lagi.

Boleh dibilang pertarungan ini sebenarnya adalah sekuel dari pertarungan sebelumnya antara Xu Xiaodong melawan “Tai Chi master” yang sama sekali tidak terkenal (yang ternyata berprofesi sebagai terapis di siang hari) pada bulan April tahun lalu. Tingkah Xu akhirnya memicu reaksi nasional orang2 China yang merasa bahwa dirinya tidak menghargai sama sekali budaya tradisional Tiongkok. Reaksi yang sama juga muncul dari luar China, paling tidak seperti yang telah diberitakan di blog ini tentang seorang praktisi Wing Chun Canada bernama Pierre Flores yang penasaran dengan Xiaodong. Flores memberikan pernyataannya setelah melakukan friendly match di Vietnam melawan seorang Karateka sabuk hitam bernama Đoàn Bảo Chau.

Seperti diberitakan sebelumnya, Xu mengklaim bahwa semua seni bela diri tradisional Cina adalah palsu dan keruan saja hal tersebut membuat marah jutaan netizen dan seniman bela diri Tiongkok yang tak terhitung jumlahnya, yang dengan cepat mulai berbaris untuk menantangnya.

Namun lucunya, bertentangan dengan pernyataan Xu sendiri, praktisi bela diri kungfu yang masih setia dengan tradisi bertarungnya dan tinggal di luar China sebenarnya justru berhasil di kancah olahraga tarung MMA, termasuk petarung terkenal seperti Cung Le (yang konon juga menantang Xu), Peter Davis, Pat Barry, dan Roy Nelson, yang semuanya telah memiliki catatan di Octagon. Roy Nelson sendiri dulunya mulai berlatih bela diri di Sekolah Lohan Shaolin di Las Vegas dan hingga kini masih berlatih kung fu setiap hari.

Perdebatan tak berujung tentang mana yang lebih unggul, MMA atau beladiri tradisonal, seringkali membuat beberapa kalangan kebakaran jenggot. Jika mau jujur dan berpikiran terbuka, sebenarnya ini bukan soal superioritas satu aliran bela diri terhadap aliran beladiri lainnya. Karena sudah jelas sekali bahwa MMA (Mixed Martial Arts) bukanlah satu aliran beladiri, tetapi murni Sport. Tepatnya Combat Sport. Lalu kenapa yang selalu terlihat adalah seakan petarung MMA lebih superior saat berhadapan dengan petarung beladiri tradisional? Semua pasti sepakat jawabnya adalah: Sparring dan Conditioning! Kalian pasti pernah dong lihat video seorang pendekar Silat berhasil mempecundangi petarung MMA?  Belum?  Masak sih? Kamu pasti kurang piknik di youtube.

 

Silat Bebas Challenge

Berita terkini tentang kelanjutan event Silat Bebas Indonesia -seperti dikutip dari halaman facebook Silat bebas:

PESILAT INDONESIA!
Bersiaplah untuk audisi pesilat yang akan diturunkan di event SILAT BEBAS CHALLENGE di bulan OKTOBER 2017 !!!

Audisi akan dilaksanakan pada,
Hari/Tanggal : Minggu, 10 September 2017
Waktu : pk. 10.00 – 14.00 wib
Tempat : Pendopo Padepokan Pencak Silat Indonesia, TMII, Jakarta Timur.

Persyaratan & Informasi :
1.Anggota aktif perguruan Silat (usia 19-40 tahun)
2.Selain menguasai teknik perkelahian, diwajibkan menguasai SAPUAN & GUNTINGAN.
3.Sehat Jasmani Rohani.
4.Tidak dipungut biaya.
5.Jumlah peserta audisi TERBATAS.

Pendaftaran :
1.Batas pendaftaran tanggal 9 September 2017.
2.Pendaftaran melalui WA : Mas IWAN 0896-5409-6768
atau
3.Datang langsung ke TKP pada tanggal 10 September 2017.

Semangaaad!!!
SILAT BEBAS INDONESIA, BISA!!!
#silatbebaschallenge #silatbebasindonesia #audisi #silatkeren #indonesiakeren #silatprofesional #fbproindonesia #bisa!