Persiapan Suwardi Menghadapi Rudy Agustian

Perseteruan makin memanas. Suwardi -si Becak Lawu, tidak main2 dengan ucapannya untuk menghadang Rudy. Tak ada hari libur untuk berlatih…. teruuuus melaju!

Update dari Suwardi sore ini.

Daftar Tarung Suwardi

MMA lovers,
dari sekian pertarungan Suwardi si Becak Lawu, partai manakah yang paling kamu sukai?
Apakah saat dia ketemu Brian? 3R? Sutrisno? Atau saat mengalahkan Kristian dengan teknik flying guillotine choke?
Semuanya menegangkan dan sekaligus menghibur.

One Pride MMA #12

MMA Lovers pasti sudah update tentang siapa nama2 Pejuang yang bakal turun tanding Sabtu depan di Britama Arena Square. Benar sekali, ada Brando Mamana VS Gunawan, Hafid Nurmaradi VS Nurul Fikri, Deny Arif Fadhillah VS Jordan Hilapok, ada Sony Rizaldi VS Eko Prihandono dan juga tak ketinggalan Harianto Jaya VS Abdul Azis Chalim. Tentunya akan ada juga tambahan belasan partai MMA lainnya yang disiarkan tunda selama bulan September.

Lalu kemana partai Suwardi si Becak Lawu melawan Rudy Agustian? Masak lupa sih agan, kan diundur gara2 Rudy kadung beli tiket untuk pelesir ke Swiss. Update terakhir yang kami terima, mereka bakal ketemu nanti di bulan November 2017.

Suwardi boleh kecewa karena tarik ulur Rudy -yang mungkin saja ini adalah salah satu strategi untuk mengganggu mental dan konsentrasi Suwardi, tetapi semakin lama dia mempersiapkan diri berlatih akan semakin besar pula peluang dia untuk mempertahankan gelar dan sabuk Juara Kelas Terbang (Flyweight) One Pride MMA. Jadi tidak ada masalah. Apalagi jam terbang Petarung yang juga Pendekar Silat PSHT sejak tahun 1994 ini sangat2 meyakinkan. Yang pasti saat ini keduanya sedang mati2an berlatih untuk bisa tampil sebaik mungkin November nanti.

Ketika dihubungi di sela2 kesibukannya berlatih, Suwardi hanya menjawab pertanyaan dengan kalimat ” Mohon doanya agar bisa tampil bagus dan menghibur para sedulur penggemar MMA di Indonesia dan tentu saja pulang dengan Sabuk juara tetap melilit di perutnya …”.

Oke mas Broh, terus semangat dan jangan berhenti berlatih.
Train smart Hit hard!

KOBI: Rumahnya Para Petarung MMA Indonesia

Posting tentang KOBI Komite Beladiri Indonesia, penulis kutip dari blog aninbakrie.com yang di-post bulan Maret lalu.

Sungguh sangat membanggakan sekaligus menjadi tumpuan harapan bagi insan MMA Indonesia -baik para atlet maupun penggemar olahraga MMA. Coba simak paragraf terakhirnya berikut ini:

Saya juga yakin, suatu saat kompetisi MMA di bawah KOBI ini akan mengalahkan UFC. Saya juga yakin bahwa petarung-petarung Indonesia akan mampu unjuk gigi di luar negeri. Sehingga nantinya kita akan menemukan petarung setangguh Royce Gracie, Conor McGregor atau Rounda Rousey dari negeri ini.

Olahraga beladiri campuran atau Mix Martial Art (MMA) kini kian populer dan digemari banyak orang di dunia. Olahraga keras yang menampilkan pertarungan full-contact combat ini sekarang ramainya sudah tidak kalah dengan pertandingan keras lainnya seperti tinju (boxing), bahkan nantinya bisa lebih populer dari tinju.

Sejak dipopulerkan oleh UFC (Ultimate Fighting Championship) pada tahun 90an, MMA mulai menarik banyak minat pecinta beladiri untuk menonton, atau ikut terjun di dalamnya, termasuk di Indonesia. Saya sendiri kebetulan juga suka berlatih MMA. Bisanya saya berlatih Brazilian Jiu Jitsu.

Sayangnya, meski banyak peminatnya, namun di Indonesia belum ada wadah untuk beladiri ini. Karena itu kami kemudian berinisiatif mendirikan wadah bagi para petarung MMA yang kami namakan: Komite Olahraga Beladiri Indonesia (KOBI). KOBI sendiri sebenarnya sudah didirikan pada 17 November 2015, tapi baru dideklarasikan di Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Senin 15 Februari 2016. Organisasi ini juga sudah disahkan menjadi badah hukum melalui Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM nomor AHU-0012521.AH.01.07 tahun 2016.

Ketua Umum KOBI adalah adik saya Anindra Ardiansyah Bakrie, dibantu oleh Wakil Ketua Umum Reva Dedi Utama, Sekretaris Umum Fransino Tirta, dan Bendahara Umum Hari Raharjo. Saya sendiri kebetulan tergabung dalam anggota dewan pembina bersama Rosan Prakasa, dan Budi Jiwandono. Ketua Dewan Pembinanya adalah Prabowo Subianto.

Dengan hadirnya KOBI, kami berharap para petarung MMA di Indonesia tidak kebingungan lagi mencari wadah. KOBI akan menjadi rumah bersama bagi para petarung MMA. Selain itu, kami juga akan membantu olahraga ini menuju olahraga industri dengan merangkul semua aliran beladiri yang ada di Indonesia.

Visi KOBI sebagaimana diungkapkan oleh Ardi adalah menjaga integritas dan melindungi keselamatan para petarung yang ada di dalam naungannya. KOBI akan menjadi pengawas, badan sanksi, dan penasihat resmi olahraga MMA. Juga aspek penting lainnya seperti kepelatihan, pengujian, wasit, dan medis.

KOBI juga akan meningkatkan prestasi para petarung bukan hanya nasional tapi juga sampai kancah internasional. Karena itu organisasi ini akan menggelar kompetisi MMA secara rutin di tanah air. Juga aspek penting lainnya seperti kepelatihan, pengujian, wasit, dan medis.

Untuk itu KOBI akan menaungi sebuah ajang kompetisi MMA bertajuk One Pride Indonesia yang akan disiarkan langsung oleh tvOne. Tercatat setidaknya ada 100 petarung yang sudah mendaftar di kompetisi ini.

Kerjasama dengan organisasi serupa di luar negeri juga dijajaki KOBI. Salah satunya adalah dengan Asosiasi Mixed Martial Art (BAMMA) dari Inggris. KOBI juga ada di bawah pengawasan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

Bahkan saat deklarasi, BOPI yang juga hadir memberikan pujian bagi KOBI. Ketua Umum BOPI Mayjen TNI (Purn.) Noor Aman menilai kami sangat serius. Beliau mengatakan sejauh ini memimpin BOPI, belum pernah menemukan ada organisasi yang mengajukan proposal program yang terstruktur dan terperinci sebaik KOBI. Karena itu beliau yakin kita punya komitmen yang kuat untuk memajukan olahraga ini.

Lalu bagaimana dengan keamanan olahraga MMA ini? Karena bagi sebagian orang olahraga ini tergolong keras. Apalagi dalam beberapa pertarungan MMA sering terlihat darah mengucur.

Sebenarnya olahraga MMA ini aman asalkan mengikuti aturan yang ada. Bahkan riset dari University of Alberta’s Sather Sport Medicine Clinic diketahui bahwa MMA lebih aman dari tinju. (selengkapnya baca di sini ) Karena itu saya yakin olahraga ini akan mengalahkan tinju nantinya.

Meski demikian, KOBI juga akan tetap memberlakukan aturan yang ketat. Sebab bagaimanapun olah raga keras termasuk olahraga yang

berisiko tinggi. Maka keselamatan petarung di atas ring akan menjadi prioritas utama.

Dalam even One Pride Indonesia yang akan menjadi even perdana KOBI, aturan ketat yang sudah dibuat akan diberlakukan. Misalnya skill petarung yang akan berlaga harus sama. Juga ada berbagai pemeriksaan untuk mengurangi risiko. Sebelum bertarung juga akan dicek dulu kondisinya. Juga akan ada asuransi dan tim medis, dokter, dan ambulan yang selalu stand by.

Kami juga akan mengadakan program pendidikan dan pelatihan bagi para atlet dan pelatih MMA di Indonesia, untuk meningkatkan kualitas petarung. David Burke dari pihak One Pride Indonesia mengatakan rule yang akan digunakan sama dengan UFC. Bahkan dia menjanjikan One Pride Indonesia tidak mau kalah dengan UFC yang lebih dulu terkenal.

Saya juga yakin, suatu saat kompetisi MMA di bawah KOBI ini akan mengalahkan UFC. Saya juga yakin bahwa petarung-petarung Indonesia akan mampu unjuk gigi di luar negeri. Sehingga nantinya kita akan menemukan petarung setangguh Royce Gracie, Conor McGregor atau Rounda Rousey dari negeri ini.

Aamiin, aamiin. Semoga!

Bela VS Rudy Ditunda…

Ternyata tak hanya fighternya saja yang makin mantap di panggung Octagon, dalam hal menarik-ulur emosi Penonton-pun One Pride MMA sudah mulai piawai. Para penggemar Bela -si Becak Lawu, harus merintih pedih menahan kerinduan karena sang Jagoan-nya batal tampil untuk tittle fight tanggal 9 September nanti karena bakal lawannya belum confirmed untuk bertarung. Nangiso!

Namun berbeda dengan para fighter UFC yang biasanya batal tanding karena alasan2 cemen tidak masuk akal seperti masuk angin, cidera saat latihan, rusuk patah dsb, Sang Penantang, Rudy Agustian -yang berhasil membawa tiket setelah mengalahkan Winardi dalam tarung tiga ronde melelahkan 15 Juli lalu batal tarung karena alasan yang sangat membuat kita ngiri: liburan ke Swiss.
Keren kan! Ada2 saja.

Semoga nantinya tidak ada pembalasan dari Suwardi yang latah minta perpanjangan waktu karena harus piknik ke Hongkong. Lol….

MMA is about Respect

Ada beberapa hal yang mungkin tidak kita dapati saat menonton sebuah pertandingan MMA hanya dari layar televisi ; atmosfir octagon, riuh rendah para supporter, orang2 yang bekerja keras di balik semua itu dan juga sportifitas yang ditunjukkan oleh para Petarung -baik di dalam maupun di luar Octagon. Ini adalah alasan utama kenapa terpelatuk sangat menyukai menonton MMA –yang bagi beberapa kalangan masih dianggap tidak mendidik dan hanya menjual kebrutalan yang dilegalkan.

Menjunjung tinggi sportifitas adalah kunci utama bagi para Petarung dan merupakan nyawa bagi olahraga MMA itu sendiri. Respect and Honor. Berapa ratus kali kalian menonton dua kontestan yang babak belur saling baku pukul, tendang dan piting di kandang, tetapi mereka berpelukan sebagai tanda hormat dan sportif begitu bel di ronde tiga berbunyi di akhir menit ke lima.

Sebagai penggemar MMA yang hanya memiliki background penonton (a.k.a keyboard fighter, a.k.a keyboard warrior), adegan di atas sungguh memiliki arti tersendiri.

Sabtu malam lalu, saat tarung main card sudah usai, saya melihat Abro Fernandes –The Black Komodo, sang juara kelas Bantam OnePride yang malam itu berhasil mempertahankan sabuknya, ber-lari2 mengejar Rully Karame dan team-nya yang terlihat meninggalkan kerumunan bersiap untuk pulang. Kamera terpelatuk langsung on dan cepat mengambil gambar mereka. Abro menunjukkan respect dan sportifitas yang sangat tinggi kepada lawannya.

Respect buat petarung MMA seperti ini.
Karena “Respect –is what MMA is all about“.

Royce Gracie Interview with OnePride

Ternyata memang ada sesi interview OnePride dengan Royce Gracie Sabtu malam lalu.

Sang legenda MMA ini bilang suka melihat antusiasme para supporter OnePride, sangat bersemangat seperti di Brasil, dan hebohnya seperti nonton sepak bola. “Saya pikir orang-orang di sini memiliki gairah terhadap olahraga MMA, saya melihat kerumunan kecil penonton tapi mereka sangat bersemangat”.

ketika beliau ditanya pendapatnya tentang Petarung MMA Indonesia, Royce menjawab :”Saya baru melihatnya sekali. Jadi saya belum bisa menilai, saya harus menonton lebih banyak Petarung. Memang butuh waktu, seperti halnya dalam kehidupan ini, Anda harus belajar. Anda harus terus berlatih. Tidak seperti berlatih selama dua bulan dan Anda sudah siap. Tidak seperti itu. Butuh waktu yang lama.

Tampil di Octagon Tanpa Harus Bertarung

Melihat langsung OnePride MMA di Mahaka Square Kelapa Gading tak hanya memuaskan penonton dalam hal berbagi ketegangan adrenalin -yang diwakili oleh para jagoannya saat beraksi di kandang berkawat Octagon. Saat ini ratusan atau bahkan ribuan atlet petarung muda dari seluruh pelosok Nusantara berharap bisa mewujudkan mimpi mereka untuk berkompetisi di ajang MMA. Itu sudah pasti.

OnePride sepertinya sangat memahami bahwa para penonton MMA–pun juga memiliki jiwa seorang Petarung dan sebenarnya ingin tampil layaknya para jagoan UFC. Kalian boleh tidak percaya, tetapi itulah faktanya. OnePride berbaik hati membantu mereka para pejuang yang tidak mendapatkan kesempatan untuk menjadi atlet –untuk merasakan sedikit energy dan atmosfir bagaimana rasanya menjadi seorang Petarung MMA. Caranya? Coba saja kalian bergaya di Octagon booth yang sengaja dipasang oleh penyelenggara untuk menyenangkan hati para Penonton dan penggemar MMA.

Seperti berikut ini misalnya, terpelatuk menyempatkan bergaya dengan salah satu Legenda MMA IndonesiaLinson Simanjuntak untuk beradu di kelas bebas. Bagi yang baru mengenal MMA Indonesia, Bang Linson adalah Juara Kelas Ringan MMA pertama kali di TPIFC dan pernah tarung di Jepang di event Pancrase – Hybrid 11 melawan Takafumi Ito tahun 2003.

Terima kasih bang Linson, anda baik dan ramah sekali. Respect.

Catat Itu Rudy Agustian

Rudy Agustian – Petarung asal Pittbull Academy akhirnya berhasil mengeliminasi lawannya dan meraih tiket untuk berhadapan dengan Suwardi dalam perebutan gelar kelas terbang. Pertarungan melelahkan sepanjang tiga ronde ini sebenarnya tidak mudah bagi Rudy karena sang lawan –Winardi asal klub Linduaji Semarang, terhitung sangat tangguh dan pantang menyerah. Lihat saja saat dia membanting Rudy dengan kepala di bawah. Sayang kunciannya ber-kali2 terlepas dan malah menguntungkan lawan mendapatkan mount position -sebuah posisi yang tidak menguntungkan bagi petarung stand up.

Setelah kemenangannya atas Winardi, Rudy bakal menantang sang juara bertahan di bulan September nanti. Lihat video ini di mana Suwardi -Sang Becak Lawu, mengingatkan Rudy untuk tidak berharap.

Gambar : dokumentasi terpelatuk.com

Satu Jam bersama Suwardi – One Pride MMA Flyweight Champion

Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga wawancara ngobrol dengan mas Suwardi sang juara kelas Terbang One Pride MMA di sela2 kesibukannya yang padat.

Friendly, itulah kesan pertama yang saya dapat saat pertama kali ngobrol dengannya. Ramah dan juga rendah hati. Sebuah kombinasi sikap yang ideal -yang lucunya justru dimiliki oleh orang2 yang notabene harus berlaku “kejam” saat mereka tampil di ring atau Octagon. Perpaduan Sikap yang makin jarang kita temui di kehidupan se-hari2 kita. Kami berbagi banyak cerita seputar dunia MMA di Indonesia kini. Dan juga ngobrol ngalor-ngidul tentang isu2 yang sedang hangat saat ini (halah! istilah ngalor-ngidul ini kok berasa BJJ banget –North and south lol …). Tentu saja beliau bercerita tentang pengalaman ber-MMA-nya dan saya bercerita tentang pengalaman saya nonton MMA di teve -Jangan salah ya.

Oke guys,
mudah2an recap interview ini bisa menambah ‘wawasan nusantara‘ MMA kita. Tak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada mas Suwardi atas waktunya. Semoga makin sukses dengan karier MMA-nya. Sampai ketemu tanggal 15 Juli 2017.
Are you ready…..?

Q [ Terpelatuk.com ] : Bagaimana pendapat anda tentang MMA Indonesia sekarang ini? Pengaruhnya terhadap generasi muda pada umumnya, apakah anda memandang positif atau negatif?

A [ Suwardi ] : MMA Indonesia saat ini sedang mengalami perkembangan yg sangat pesat, baik dari segi fighter, penikmat, maupun media yang membicarakannya. Ini mungkin karena didukung oleh event MMA lokal yang selalu rutin disiarkan di TV nasional dan juga gampangnya mengakses berbagai info tentang MMA di internet. Sudah pasti ada dampak positif bagi generasi muda , di samping memperoleh manfaat dari sisi olahraga, MMA menurut saya juga bisa menjadi sarana edukasi agar orang berpikir lebih terbuka. Dan pastinya sikap seperti itu akan terbawa dalam kehidupan sosial generasi muda –mudah beradaptasi, saling bisa menerima perbedaan, dll dsb?

Q: Pasti Mas Wardi menyukai juga tayangan MMA di luar negeri seperti UFC atau Bellator. Boleh tahu siapakah fighter UFC favorit mas Wardi ?

A: Ada yg pernah bilang “jangan cintai orangnya, tapi cintailah permainannya”. Orang ada masanya, tapi permainan tetap berjalan… hahha… terlalu dramatis banget deh saya..! Ada sih.. saya suka Khabib (Khabib “The Eagle” Nurmagomedov)… karena selalu menampilkan full MMA dalam setiap laganya… sebuah display yang sangat bagus, etikanya bagus dan tampan pula, 11-12 sama saya, iya nggak? ( hmmm… iya juga sih )

Q: Mas Wardi pernah nonton TPIFC? Bagaimana menurut Anda posisi OnePride saat ini jika dibandingkan dengan event TPIFC dulu? Dari segi fighter maupun teknik2 yang dikuasai oleh mereka?

A: Pernah dong, itu kan acara favorit waktu dulu. TPIFC merupakan pelopor event MMA di Indonesia … sangat luar biasa. One Pride dengan TPIFC? One Pride mungkin lebih populer karena kemasannya yang begitu menarik, Cage yang megah dan pendanaan yang kuat, promosinya juga lumayan bagus, system pemilihan fighter yang ketat lewat audisinya. Acungan jempol juga buat TPIFC karena merekalah sang pembabat hutan, pembuat jalan … pasti mereka sangat kesulitan pada masa itu, tetapi mereka mampu membuat event-nya. Dari segi atletnya, kualitas fighter lebih maju di era One Pride, seperti yang saya bilang ; info seputar MMA saat ini sudah sangat gampang di-akses melalui internet, jadi lebih gampang buat mereka untuk belajar. ( Sumpah keren sungguh nih jawaban mas Wardi. Saya tambahin ya, Mbaknya juga cuantik-cuantik).

Q: Apakah Anda setuju olahraga MMA diperkenalkan sejak dini seperti yang kita sering lihat di luar ada pertandingan MMA anak2 (MMA for kids)

A: Sangat setuju jika hanya untuk diperkenalkan . Tidak dipertandingkan dulu ya. Atlet MMA di luar biasanya dididik dari usia dini. Biasanya diarahkan ke salah satu cabor tertentu untuk melatih tanding amatirnya, dan perlahan diarahkan ke MMA amatir ya kisaran usia 10 thn lah kita kenalkan ke pertandingan. Tapi kita juga tidak boleh melupakan bahwa mereka masih di masa pertumbuhan dan suka bermain. Utamakan pendidikan di sekolah dan biarkan beladiri yang membentuk karakter mereka. Seperti para ahli bilang; beladiri bukan hanya sekedar berkelahi, tapi sebagai sarana pembentukan karakter. Yang pasti karakter yang bagus.

Q: Berapa putranya Mas? Apakah mereka akan menekuni olahraga ini di kemudian hari? Apakah Anda sebagai orang tua mendorong hal ini atau justru melarangnya?

A: Hahahaa… bersyukur saya dikaruniai tiga malaikat yang lucu … Saya tidak memaksakan mereka harus mengikuti jejak saya sebagai petarung. Akan tetapi mereka wajib untuk berlatih beladiri walaupun nantinya tidak terjun di MMA atau Martial Art lainnya. Selama tujuannya positif saya akan dorong mereka, dan –insyaAllah harus melebihi yang sudah saya capai, dalam hal prestasi.

Q: Ini mungkin sedikit ngeselin untuk dijawab, apakah rahasia, strategi atau game plan Anda untuk menghadapi lawan yang lebih kuat di striking, dan sebaliknya yang lebih kuat di grappling-nya? Hal yang sama pernah saya tanyakan ke Fransino Tirta di masa lalu

A: Hahahaa … mungkin saya salah satu fighter yang ga terlalu banyak punya rahasia, termasuk semisal saya harus berbagi tehnik dengan lawan yang nantinya bakal berlaga dengan saya . MMA itu momentum, jika anda bermain dengan singa ya jadilah hiu yang ganas, dan sebaliknya… Tapi jika lawan anda adalah seorang Amphibi … berikan makanan yang tidak mereka sukai. (Red –Wah malah bikin mumet si Penanya ini @#$…. Tapi pasti kalian tahu kan apa maksudnya. Ini keren!)

Q: Siapa lawan terberat di OnePride menurut Anda?

A: Lawan terberat mungkin belum ada, tapi di pertandingan berikutnya bakal nemuin lawan-lawan yang tangguh, karena pasti mereka semua sudah belajar dan terus berbenah?

Q: Apakah pendapat Anda jika di One Pride suatu hari menggelar tarung dengan system grand Tournament seperti di TPIFC dulu dengan 8 men in – 1 man out –dalam satu malam mirip dengan UFC di awal2 seri?

A: Wah menantang sekali. Sudah pasti kita harus menyiapkan strategi yang bagus. Menang cepat pasti sangat diharapkan di penyisihan awal. Intinya sangat tertantang dengan pola grand tournament 8 men in-1man out.

Q: Apakah anda setuju bahwa teknik2 yang ada di MMA adalah cara terbaik untuk bertarung di jalanan –tentu saja dalam konteks jika kepepet?

A: Sangat setuju. MMA ini sudah seperti pertarungan jalanan dengan sedikit aturan agar kemasan menarik untuk ditonton dan untuk menjaga keselamatan fighter. Bedanya di jalanan mungkin malah lebih mudah karena tidak ada aturan? Yess…!

Q: Apakah untuk saat ini statement bahwa style BJJ lebih mendominasi di dalam tarung MMA dibandingkan stand up fight masih relevan menurut mas Wardi?

A: Masih sangat relevan untuk di event lokal seperti One Pride, dikarenakan masih minimnya pengetahuan dan tata cara ground fight yang baik. Di event internationalpun sebenarnya masih sangat baik digunakan, akan tetapi nilai jualnya sudah menurun karena dianggap kurang menarik untuk ditonton

Q: Bagaimana anda melihat OnePride ke depannya, apakah bisa dijadikan harapan oleh para petarung2 muda berpotensi yang tersebar di pelosok negeri Nusantara ini?

A: One Pride ke depan bakal menjadi wadah besar para praktisi MMA untuk berkarya di sana. Sesuai dengan motto-nya “One Pride untuk Indonesia”… dan tidak berhenti di situ saja karena One Pride akan mengembangkan kerja sama dengan berbagai event international seperti UFC, SFC, BAMMA. Tentu ini membuktikan bahwa One Pride sangat serius membangun MMA di Indonesia dan membuatkan jalan karier yang bagus untuk para atlet yang berprestasi. Kesimpulannya; One Pride bisa menjadikan MMA sebuah pekerjaan dan menjanjikan jenjang karier yang bagus.

Q: Apakah anda melihat Onepride cukup baik memperlakukan para atletnya?

A: Ha ha ha ha… untuk di Indonesia One Pride sangat baik memperlakukan fighter-nya, sangat profesional… mulai dari pembuatan video profile petarung, akomodasi , hotel karantina yang baik dan yang pasti, bayaran yang berjenjang buat si fighter yang menang. Saya nilai memuaskan sekali. Ya kita sangat berterima kasih kepada pak Ardie Bakrie yang sudah memberikan wadah One Pride ini. Juga para senior MMA Indonesia seperti Fransino Tirta, Max Metino, Linson Simanjuntak, David Strom dan para senior lain yang ada di dalam tubuh One Pride yang sudah memperjuangkan agar MMA di Indonesia berkembang dan bisa dijadikan karier. Kira-kira seperti itu.

Demikian wawancara dengan Suwardi sore ini. Semoga menginspirasi generasi muda MMA Indonesia. Aamiin.
Foto diperoleh dari Mas Suwardi.