Kingsman 2 : The Golden Circle. Super Seru!

Manners… maketh… man. Let me translate that for you.

Bagi penggemar tokoh Garry “Eggsy” Unwin dalam film Kingsman: The Secret Service produksi 2014, sequelnya yang berjudul The Golden Circle benar2 bisa menjadi obat pelepas rasa kangen dan penasaran.

Ketegangan dibangun mulai dari awal film yang tanpa basa-basi memamerkan adegan perkelahian seru antara Eggsy melawan Charlie Hesketh –drop out kandidat Kingsman yang ternyata tidak mati, di dalam sebuah taxi yang super canggih. Sepuluh menit awal yang mampu membuat mata penonton terbelalak, jantung berdebar dan sekaligus terhibur.

Terpelatuk.com tidak tertarik untuk mengulas jalan cerita film yang pastinya kamu semua bakalan mafhum akan pakem film2 spionase ala James Bond atawa Mission Impossible : mudah ditebak meskipun di-ulur2 kesana-sini selama lebih dari dua jam. Namun sekedar tahu saja bahwa film ini bercerita tentang bagaimana markas Kingsman dihancurkan oleh tokoh wanita jahat Poppy Adams dan akhir cerita tentang keselamatan dunia berada di tangan Eggsy dan Galahad. Juga tentang pertemuan mereka dengan organisasi sekutunya di Amerika Serikat yang dikenal dengan Statesman.

Yang pasti ada beberapa hal menarik, mengagetkan dan juga menjengkelkan di film ini :

Bertabur Bintang
Yang membuat film ini makin keren tentu saja karena ada beberapa Bintang besar ikut casting di dalamnya. Sebut saja ada Halle Berry, Jeff Bridges, Julianne Moore, Channing Tatum, Pedro Pascal dan super guess star koplak Elton John yang membuat sakit perut dengan celoteh lucu dan acting konyolnya. Benar2 di luar dugaan. Siapkan tisu untuk tidak menangis sambil menahan sakit perut.

Sebagian penonton datang menyaksikan film ini tentu karena ada nama besar Julianne Moore -yang pernah memenangi Oscar bermain sebagai tokoh antagonis Poppy Adams, wanita sociopath (atau psychopath?) pengusaha berskala global yang berambisi melegalkan perdagangan narkoba. Dan sungguh mereka tidak kecewa melihat akting Moore yang total namun terlihat mengalir. Lembut bagai seorang ibu tetai dia tak segan melemparkan kamu masuk ke mesin penggiling daging dan memasak hamburger lezat dari gilingan dagingmu…. huweeek pingin muntah!

Fight Scene Coreography
Adegan laga di film ini benar2 tersuguh dengan canggih. Meskipun bagi sebagian penonton mungkin mencibirnya karena menganggap apa yang ditampilkan oleh Kingsman-2 terlalu mengada-ada dan tak lebih dari memadukan pertarungan gaya Matrix dengan adegan laga di film2 Kungfu Hong Kong. Tapi why not? Beberapa teknik pertarungan macam Head Scissor yang dilakukan Eggsy sambil menembaki musuh sangat menghibur. Tiga jempol buat si Penata laganya, mister Guillermo Grispo. Grispo –yang dibantu oleh Brad Allan, adalah orang yang bertanggungjawab dibalik gegap gempita adegan tempur film Kingsman 2. Grispo –orang Argentina, adalah seorang stunt artist yang memang mengkhususkan diri di adegan laga. Dia mulai belajar Taekwondo sejak berusia sekitar 8 tahun sebelum akhirnya mempelajari Aikido.

Grispo yang pernah terlibat dalam koreo aksi di film Blade-2, akhirnya pindah ke Canada dan mempelajari bermacam seni bela diri lainnya seperti sambo Rusia, jiu jitsu Brasil, tinju Filipina dan seni pedang tradisional Jepang .

Kecintaannya pada bela diri akhirnya membawanya dari Argentina ke tempat-tempat seperti Jepang, Eropa, New York dan Montreal, di mana dia pertama kali diperkenalkan ke dunia aksi stunt dan koreografi adegan di balik layar.

Dalam sebuah interview tentang persiapan film ini, Grispo menyatakan bahwa dirinya harus mempelajari keterampilan lain yang tidak dia miliki sebelumnya,

“Saya sangat beruntung bisa bertemu dan bekerja sama dengan koreografer lain yang telah membantu saya mempelajari keahlian saya. “

Di “Kingsman,” katanya, idenya adalah mempertahankan gaya bertarung agar sangat dekat dengan apa yang ada dalam versi komik -nya. Dia menambahkan bahwa sutradara Matthew Vaughn mempercayai mereka untuk meng-explore sesuatu yang baru dan menyegarkan untuk mengembangkan berbagai adegan perkelahian.

Lagu jadul keren di OST-nya
Ada yang special di sini ketika Merlin (dimainkan oleh Mark Strong ) menyanyikan lagu “Take me home Country road” –milik John Denver, sesaat sebelum menjadi martir dengan melepas injakan kakinya dari ranjau demi membantu Eggsy dan Harry Galahad menjalankan misinya memburu Poppy Adams untuk menyelamatkan dunia dari kematian jutaan pengguna narkoba. Sungguh sangat mengharukan menonton adegan kematian Merlin. Lho Galahad kok hidup lagi? Makanya tonton saja sendiri.

Ga peduli dengan review dan kritik miring dari beberapa penonton yang menganggap “sampah”, buat terpelatuk.com film yang bergenre super spy ini tetaplah istimewa. Stylish. Lucu. Dan gokil abis. Ituh.

Film ini juga sudah menembus angka 39 juta dollar di Amerika dan Canada, dan 61 juta US dollar di negara2 lain sampai dengan 24 September 2017 lau, dengan ongkos produksi sebesar 104 juta dollar.

Gambar diambil dari sini dan sini.

Silat Bebas Challenge

Berita terkini tentang kelanjutan event Silat Bebas Indonesia -seperti dikutip dari halaman facebook Silat bebas:

PESILAT INDONESIA!
Bersiaplah untuk audisi pesilat yang akan diturunkan di event SILAT BEBAS CHALLENGE di bulan OKTOBER 2017 !!!

Audisi akan dilaksanakan pada,
Hari/Tanggal : Minggu, 10 September 2017
Waktu : pk. 10.00 – 14.00 wib
Tempat : Pendopo Padepokan Pencak Silat Indonesia, TMII, Jakarta Timur.

Persyaratan & Informasi :
1.Anggota aktif perguruan Silat (usia 19-40 tahun)
2.Selain menguasai teknik perkelahian, diwajibkan menguasai SAPUAN & GUNTINGAN.
3.Sehat Jasmani Rohani.
4.Tidak dipungut biaya.
5.Jumlah peserta audisi TERBATAS.

Pendaftaran :
1.Batas pendaftaran tanggal 9 September 2017.
2.Pendaftaran melalui WA : Mas IWAN 0896-5409-6768
atau
3.Datang langsung ke TKP pada tanggal 10 September 2017.

Semangaaad!!!
SILAT BEBAS INDONESIA, BISA!!!
#silatbebaschallenge #silatbebasindonesia #audisi #silatkeren #indonesiakeren #silatprofesional #fbproindonesia #bisa!

Fakta Tentang Gladiator : Mereka Tak Selalu Bertarung Sampai Mati

Film dan acara TV Hollywood seringkali menggambarkan pertandingan Gladiator sebagai pertarungan yang bengis dan penuh darah, tetapi faktanya kebanyakan dilangsungkan dengan peraturan tarung yang ketat dan adil. Kompetisi biasanya berupa pertarungan one-on-one antara dua pria yang se-ukuran. Para wasit terus mengawasi jalannya pertarungan dan segera menghentikan laga begitu ada yang terluka parah. Sebuah pertandingan bahkan bisa diakhiri apabila penonton ternyata bosan jika pertandingan berjalan lama dan monoton, dan sering kali, kedua prajurit boleh meninggalkan arena dengan hormat kalau mereka telah memberikan tontonan yang seru bagi penonton.

Karena biaya yang dibutuhkan untuk tempat tinggal, makanan, dan latihan para gladiator sangat mahal, promotor biasanya tidak mau melihat mereka mati percuma. Para pelatih Gladiator mengajarkan petarungnya hanya untuk melukai, dan tidak membunuh. Dan para petarung dapat menyimpulkan sendiri bahwa mereka harus menghindari melukai saudara seperjuangan mereka terlalu serius. Meski begitu, kehidupan seorang Gladiator relatif brutal dan singkat. Kebanyakan hanya mampu hidup sampai pertengahan usia 20-an, dan sejarawan memperkirakan bahwa satu dari lima, atau satu dari sepuluh pertandingan akan berujung pada setidaknya satu kematian.

Lalu apa bedanya dengan tayangan MMA yang makin digemari oleh anak2 muda dewasa ini. Tulisan singkat ini mungkin ada di benak mereka yang menolak pendapat MMA sebagai bagian dari Olah raga. Bisa jadi.

Gambar diambil dari sini.

MMA Bukan Olahraga? Bagaimana Pendapat Anda?

Ketua Persatuan Judo Eropa Sergey Soloveychick pernah menyatakan bahwa Mixed martial arts atau seni bela diri campuran bukanlah olahraga karena memberikan contoh yang buruk kepada anak-anak dan tidak memiliki nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, olahraga harus memiliki nilai-nilai kemanusiaan dan mendorong masyarakat membangun nilai-nilai kemanusiaan.

Mungkin saja dia ‘benar’, tapi dia melupakan fakta bahwa MMA adalah campuran delapan cabang olahraga bela diri, yang enam di antaranya dipertandingkan di Olimpiade. Bagaimana mungkin gabungan bermacam style bela diri ini dianggap bukan olahraga?

“MMA is not a sport, it is some kind of show,” said European Judo Union president Sergey Soloveychick. “Sport should have some human values and sports should help society develop human values. With MMA, it is not so. “He added: “It’s not good if your opponent is on his stomach and you sit on him and beat his head.

“It’s not good for the education of the young generation, so we don’t like to promote this kind of organisation during our competition. The spirit is to destroy your opponents by different ways and this is not good.”

Bagaimana menurut anda?

Trilogy DiazMcGregor Akankah Terjadi

Segera setelah kekalahannya di mega circus-fight saat melawan Floyd Mayweather, Conor McGregor mencuatkan berita kepada para fans MMA-nya dan mengkonfirmasi bahwa dirinya akan kembali ke UFC -yang menjadi habitat para petarung MMA dunia. McGregor juga semakin membuat fans tak bisa menunggu setelah mengumumkan bahwa dia berniat kembali ke Octagon untuk bertemu dengan si Dua jari tengah Nate Diaz untuk menuntaskan trilogy mereka.

Tapi dengan satu syarat – ujarnya, fight ke tiga ini harus diadakan di kelas 155 pounds. Menurut McGregor –yang masih memegang gelar juara UFC pada kelas tersebut, hal ini cukup adil bagi karena di dua pertandingan sebelumnya dia bersedia turun di kelas 170.

“Aku adalah juara 155 pounds. Aku menghadapinya di kelas 170, ia mengalahkanku, lalu kami lakukan rematch di kelas yang sama -170, dan aku mengalahkannya,” kata McGregor (melalui bjpenn.com) “Sekarang aku juara dunia kelas 155 pounds, kalau Diaz menginginkan fight itu, dia harus mengikuti aturannya.”
“Jadi menurutku ini cukup adil.”

Seperti yang kita semua tahu, setelah memenangkan laga di kelas featherweight -145 pounds di tahun 2015, McGregor mencoba untuk memburu titel juara kelas lightweight secara bersamaan di tahun 2016 dalam pertarungan melawan Rafael dos Anjos. Namun sayangnya, beberapa minggu sebelum pertandingan, RDA mengundurkan diri karena cidera, dan memberi kesempatan kepada Nate Diaz untuk menggantikannya melalui short notice. Diaz saat itu tidak memiliki cukup waktu untuk menurunkan berat badan hingga 155 pounds, dan akhirnya “memaksa” McGregor setuju untuk bertanding di kelas 170 -yang di luar prediksi dimenangkan Diaz dengan submission. McGregor bersikeras rematch-nya juga diadakan di kelas 170, dan pada pertemuan ke dua dia berhasil memenangi tarung dengan majority decision.

MMA lovers,
akankah trilogy Diaz-McGregor ini bisa menjadi kenyataan? Kenapa tidak?
Jadi mari kita siapkan secangkir kopi dan sepiring camilan untuk menonton dua orang tergila di planet Bumi bertarung demi pundi2 dolar -bukan lagi pride and honor ….lol.

Mayweather Membungkam McGregor

Tadi pagi kita telah saksikan bersama tarung tinju sirkus antara Floyd Mayweather Jr melawan Conor McGregor. Dan seperti yang telah diduga oleh para pengamat dan mantan petinju senior bahwa pertarungan ini sebenarnya tak lebih dari akal2an mereka berdua saja demi meraup rejeki. Dan hasilnya adalah McGregor menyerah di ronde 10 dengan TKO.

Meskipun demikian, sang Raja TrashTalk MMA ini patut diacungi jempol karena mampu bertahan sampai ronde ke sepuluh. Perkiraan sebagian penggemarnya bahwa dia mampu mengeluarkan semua ilmu-nya ternyata salah. Gregor hanya agresif sampai ronde tiga atau empat saja. Selebihnya dia tampak loyo dan kurang berstamina. Entah ini kondisi dia yang sebenarnya atau ada faktor lain.

Apapun itu, kita ucapkan selamat kepada Mayweather karena telah berhasil menggenapi catatan rekornya menjadi 50-0.
Buat McGregor, tanding melawan Tinju sudah. Mungkin ke depan bisa melawan Batman atau SUperman ….lol

Dalam wawancaranya, Petinju berusia 40 tahun itu mengatakan:

“… McGregor adalah petarung yang tangguh dan kurasa kami telah menampilkan apa yang ingin dilihat oleh para penggemar. Dia jauh lebih baik dari yang kupikir, dia mencoba menggunakan banyak sudut yang berbeda untuk menyerang dan cukup tangguh selama pertandingan tapi tetap saja aku yang lebih baik malam ini.”

” Game-plan kami adalah bertarung santai saja, membiarkannya mengeluarkan semua pukulan terkerasnya dari awal dan mengakhiri dia di ujung pertandingan. Kami tahu di MMA dia bertanding selama 25 menit dengan sangat keras, dan kemudian dia akan melambat.”

(Photo by Ethan Miller/Getty Images)

Kaos Becak Lawu

Sungguh merupakan fenomena yang aneh ketika para Penonton berlagak seperti jagoan dan seringkali tampil mengenakan kaos2 sangar bergambar para jagoan MMA. Sementara sang fighter-nya sendiri malah lebih suka mengaku sebagai #KeyboardFighter a.k.a #keyboardWarrior a.k.a Petarung Keyboard. Ngeselin kan 🙂

Tapi kalau serius kepingin terlihat seperti sosok sang Juara ini -yang mengaku tampan, baik budi dan tidak sombong, tak ada salahnya kamu pakai kaos yg sama. Mas Suwardi yang berjuluk pendekar Becak Lawu ini suka sekali dengan kaos berwarna kombinasi Merah-Hitam. Konon mengingatkan dia kepada sosok Petarung idolanya di sana. Bener ga sih, ada yang tahu siapa?

Bisa diduga bulan November nanti akan sulit dibedakan mana Suwardi dan mana Penonton. Karena para pendukungnya juga memakai kaos yang sama. Gak percaya? Coba lihat saja nanti.

Ini bukan iklan kaos, tapi kalau kamu penasaran, coba Whatsapp mas Onta di +62 812-9516-5902.
Oya, bahan kaos ini adalah Polyamide. Tidak panas di badan. Rasanya Empuk2 gimana gitu.

Tarung Bebas MMA Jember – 2

Salut kepada para pihak yang terlibat dalam event Jember MMA Championship yang digelar tanggal 9-12 Agustus kemarin. Benar2 membanggakan. Baca beritanya yang dikutip dari Jawapos berikut :

Olahraga tarung bebas Bertajuk Mixed Martial Arts (MMA) Jember Open Series di GOR PKSO Kaliwates berlangsung seru.
Para petarung berjuang keras untuk melumpuhkan lawan-lawannya dalam ring heksagonal yang didatangkan khusus dari Jakarta. Kejuaraan serupa Juli lalu sukses digelar, meskipun kompetisi tarung bebasnya cuma tingkat amatir berskala lokal.

“Pesan Pak Kapolres kemarin, kompetisi ini juga dalam rangka mengurangi kenakalan remaja sekaligus menyalurkan bibit-bibit petarung ke jalur yang positif. Jadi daripada tawuran, akan lebih baik kalau berkompetisi di olahraga secara sportif,” tutur Agus Supriyadi, ketua panitia MMA Jember Open Series.

Dalam even Juli lalu, hanya digunakan ring oktagonal yang biasa digunakan dalam kompetisi amatir.

“Biasanya petarung amatir harus melalui proses audisi yang panjang untuk bisa merasakan bertanding di ring heksagonal. Kali ini, meski mereka masih amatir juga, tapi kita ingin berikan kesempatan suasana bertanding profesional dengan ring heksagonal itu,” lanjut Agus.

Sebanyak 170 petarung atau fighter dari berbagai kota di Indonesia bertanding selama empat hari. Mereka terbagi ke dalam enam kelas, mulai dari kelas 50 – 55 kilogram yang merupakan kelas terendah, hingga kelas absolut yang mempertandingkan bobot di atas 75 kilogram.

MMA sendiri merupakan kompetisi yang mempertarungkan seluruh aliran atau perguruan bela diri yang ad. Dengan modifikasi aturan tanding yang lebih moderat. Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo yang selama ini dikenal menekuni beladiri taekwondo, menurut Agus cukup antusias dengan MMA Jember Open Series ini.

“Pak Kapolres sebenarnya juga ingin ikut bertanding karena dia juga seorang fighter. Hanya saja karena ada tugas negara, yakni pengamanan rencana kunjungan RI-1, maka keinginan tersebut dibatalkan,” ujar Agus. Presiden Joko Widodo direncanakan ke Jember 13 Agustus 2017.

Tak hanya warga sipil, MMA Jember Open Series juga diikuti beberapa personel polisi, TNI AD, serta Marinir (TNI AL).

Menurut Ketua MMA Jember Baskoro Cahyo Adi, pihaknya juga mengundang empat petarung tingkat Asia, untuk merangsang gairah petarung lokal.

Keempat petarung itu antara lain Johan Mulya, Alexander, Vincent, dan Michael Akira. “Seperti Michael Akira ini sebenarnya petarung asli Jember tapi dia banyak bermain di Singapura,” tutur pria yang akrab di sapa Bonny Baskoro saat bertarung di atas ring.

(jr/ad/aro/das/JPR)

KOBI: Rumahnya Para Petarung MMA Indonesia

Posting tentang KOBI Komite Beladiri Indonesia, penulis kutip dari blog aninbakrie.com yang di-post bulan Maret lalu.

Sungguh sangat membanggakan sekaligus menjadi tumpuan harapan bagi insan MMA Indonesia -baik para atlet maupun penggemar olahraga MMA. Coba simak paragraf terakhirnya berikut ini:

Saya juga yakin, suatu saat kompetisi MMA di bawah KOBI ini akan mengalahkan UFC. Saya juga yakin bahwa petarung-petarung Indonesia akan mampu unjuk gigi di luar negeri. Sehingga nantinya kita akan menemukan petarung setangguh Royce Gracie, Conor McGregor atau Rounda Rousey dari negeri ini.

Olahraga beladiri campuran atau Mix Martial Art (MMA) kini kian populer dan digemari banyak orang di dunia. Olahraga keras yang menampilkan pertarungan full-contact combat ini sekarang ramainya sudah tidak kalah dengan pertandingan keras lainnya seperti tinju (boxing), bahkan nantinya bisa lebih populer dari tinju.

Sejak dipopulerkan oleh UFC (Ultimate Fighting Championship) pada tahun 90an, MMA mulai menarik banyak minat pecinta beladiri untuk menonton, atau ikut terjun di dalamnya, termasuk di Indonesia. Saya sendiri kebetulan juga suka berlatih MMA. Bisanya saya berlatih Brazilian Jiu Jitsu.

Sayangnya, meski banyak peminatnya, namun di Indonesia belum ada wadah untuk beladiri ini. Karena itu kami kemudian berinisiatif mendirikan wadah bagi para petarung MMA yang kami namakan: Komite Olahraga Beladiri Indonesia (KOBI). KOBI sendiri sebenarnya sudah didirikan pada 17 November 2015, tapi baru dideklarasikan di Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Senin 15 Februari 2016. Organisasi ini juga sudah disahkan menjadi badah hukum melalui Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM nomor AHU-0012521.AH.01.07 tahun 2016.

Ketua Umum KOBI adalah adik saya Anindra Ardiansyah Bakrie, dibantu oleh Wakil Ketua Umum Reva Dedi Utama, Sekretaris Umum Fransino Tirta, dan Bendahara Umum Hari Raharjo. Saya sendiri kebetulan tergabung dalam anggota dewan pembina bersama Rosan Prakasa, dan Budi Jiwandono. Ketua Dewan Pembinanya adalah Prabowo Subianto.

Dengan hadirnya KOBI, kami berharap para petarung MMA di Indonesia tidak kebingungan lagi mencari wadah. KOBI akan menjadi rumah bersama bagi para petarung MMA. Selain itu, kami juga akan membantu olahraga ini menuju olahraga industri dengan merangkul semua aliran beladiri yang ada di Indonesia.

Visi KOBI sebagaimana diungkapkan oleh Ardi adalah menjaga integritas dan melindungi keselamatan para petarung yang ada di dalam naungannya. KOBI akan menjadi pengawas, badan sanksi, dan penasihat resmi olahraga MMA. Juga aspek penting lainnya seperti kepelatihan, pengujian, wasit, dan medis.

KOBI juga akan meningkatkan prestasi para petarung bukan hanya nasional tapi juga sampai kancah internasional. Karena itu organisasi ini akan menggelar kompetisi MMA secara rutin di tanah air. Juga aspek penting lainnya seperti kepelatihan, pengujian, wasit, dan medis.

Untuk itu KOBI akan menaungi sebuah ajang kompetisi MMA bertajuk One Pride Indonesia yang akan disiarkan langsung oleh tvOne. Tercatat setidaknya ada 100 petarung yang sudah mendaftar di kompetisi ini.

Kerjasama dengan organisasi serupa di luar negeri juga dijajaki KOBI. Salah satunya adalah dengan Asosiasi Mixed Martial Art (BAMMA) dari Inggris. KOBI juga ada di bawah pengawasan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

Bahkan saat deklarasi, BOPI yang juga hadir memberikan pujian bagi KOBI. Ketua Umum BOPI Mayjen TNI (Purn.) Noor Aman menilai kami sangat serius. Beliau mengatakan sejauh ini memimpin BOPI, belum pernah menemukan ada organisasi yang mengajukan proposal program yang terstruktur dan terperinci sebaik KOBI. Karena itu beliau yakin kita punya komitmen yang kuat untuk memajukan olahraga ini.

Lalu bagaimana dengan keamanan olahraga MMA ini? Karena bagi sebagian orang olahraga ini tergolong keras. Apalagi dalam beberapa pertarungan MMA sering terlihat darah mengucur.

Sebenarnya olahraga MMA ini aman asalkan mengikuti aturan yang ada. Bahkan riset dari University of Alberta’s Sather Sport Medicine Clinic diketahui bahwa MMA lebih aman dari tinju. (selengkapnya baca di sini ) Karena itu saya yakin olahraga ini akan mengalahkan tinju nantinya.

Meski demikian, KOBI juga akan tetap memberlakukan aturan yang ketat. Sebab bagaimanapun olah raga keras termasuk olahraga yang

berisiko tinggi. Maka keselamatan petarung di atas ring akan menjadi prioritas utama.

Dalam even One Pride Indonesia yang akan menjadi even perdana KOBI, aturan ketat yang sudah dibuat akan diberlakukan. Misalnya skill petarung yang akan berlaga harus sama. Juga ada berbagai pemeriksaan untuk mengurangi risiko. Sebelum bertarung juga akan dicek dulu kondisinya. Juga akan ada asuransi dan tim medis, dokter, dan ambulan yang selalu stand by.

Kami juga akan mengadakan program pendidikan dan pelatihan bagi para atlet dan pelatih MMA di Indonesia, untuk meningkatkan kualitas petarung. David Burke dari pihak One Pride Indonesia mengatakan rule yang akan digunakan sama dengan UFC. Bahkan dia menjanjikan One Pride Indonesia tidak mau kalah dengan UFC yang lebih dulu terkenal.

Saya juga yakin, suatu saat kompetisi MMA di bawah KOBI ini akan mengalahkan UFC. Saya juga yakin bahwa petarung-petarung Indonesia akan mampu unjuk gigi di luar negeri. Sehingga nantinya kita akan menemukan petarung setangguh Royce Gracie, Conor McGregor atau Rounda Rousey dari negeri ini.

Aamiin, aamiin. Semoga!

TVOne Siarkan Langsung Duel McGregor Vs Mayweather

Beneran nih, update terkini dari TV One, bakal menyiarkan secara langsung laga Mayweather VS McGregor tanggal 26 Agustus ini. Seperti dikutip dari Viva berikut ini:

VIVA.co.id – Duel Conor McGregor vs Floyd Mayweather Jr akan digelar di T-Mobile Arena, Las Vegas, Sabtu 26 Agustus 2017 atau Minggu pagi WIB. Bagi Anda yang mau menyaksikan laga ini secara langsung, cukup arahkan saluran televisi ke tvOne.

Ya, tvOne akan menjadi official broadcaster duel tersebut di Indonesia. Jika di saluran lain Anda harus membayar biaya pay per view, tvOne tak mengenakan biaya apa pun alias gratis.

Tapi, Anda hanya bisa menonton duel ini lewat channel tvOne di saluran teresterial, bukan melalui tv kabel. Anda juga bisa menonton duel McGregor vs Mayweather lewat live streaming di channel m.viva.co.id/tvone/live. Selain di mobile browser juga bisa disaksikan di App VIVA yang bisa diunduh dari Play Store untuk Android dan App Store untuk iOS Apple.

“Ini adalah pertarungan terbesar dalam sejarah olahraga beladiri dan banyak ditunggu oleh para penggemar. Terus terang, kami sangat beruntung dapat menyaksikan suatu pertarungan yang mungkin bisa juga disebut sebagai evolusi dari promotor dan pertarungan selanjutnya,” kata Direktur Operasional tvOne, David Burke, kepada VIVA.co.id, Selasa 8 Agustus 2017.

Menurut David, laga ini akan berlangsung menarik karena keduanya memiliki latar belakang beladiri berbeda. Ya, Mayweather adalah petinju murni. “Sedangkan, McGregor merupakan petarung MMA yang juga bintang UFC,” terang David, yang juga COO PT Visi Media Asia Tbk dan CEO PT VIVA Media Baru.

Megaduel McGregor vs Mayweather memang menjadi sorotan. Sebab, ini adalah ujung dari opera sabun keduanya di luar arena. Baik McGregor dan Mayweather bisa membuktikan siapa yang terbaik. Dan laga ini akan berlangsung dalam aturan tinju, bukan mixed martial arts. (one)