Keyboard Warrior Tees

Tak gampang lho ternyata menjadi seorang Keyboard Warrior. Seringkali harus ber-pura2 menjadi sosok yang jenius, religius, misterius, piawai di segala macam bidang dan aspek kehidupan, bergaya ala Pendekar dan Master yang gagah perkasa di internet -meskipun sesungguhnya cupu. Beban mental dan jantungan setiap saat karena kuatir akan disamperin oleh para jagoan sesungguhnya di dunia nyata.

Kamu pengin uji nyali jadi Petarung Keyboard?
Ga usalah. Nanti repot di-bully banyak orang.
Cobain aja pakai kaos ini. Pasti rasanya gimana2 gitu. Gak ada lagi orang yang mengusik kamu. Mereka semua pasti takut (takut bayarin kamu masuk rumah sakit).

Pesan saya, Jadilah seorang Keyboard Warrior yang ber-iman dan berbudi pekerti baik.
Jangan asal ngak-ngik-nguk 🙂

Harga Rp. 75.000 -belum ongkir 🙂
Hanya untuk komunitas penggemar MMA Indonesia.

Keyboard Warrior

Belakangan beberapa group MMA di facebook ramai membahas cerita tentang seorang petarung yang dianggap tampil sangat mengecewakan. Banyak cibiran, makian dan kritikan pedas diarahkan kepada si Atlet. Beberapa postingan dan komentar bahkan sudah jelas2 keterlaluan dan melenceng dari semangat dan jiwa MMA itu sendiri; Respect dan menjunjung tinggiSportifitas!

Jika boleh berpendapat (boleh dong!), si Atlet tentu paling mengerti tentang kondisi fisiknya sendiri saat berada di atas ring atau di dalam kandang berkawat Octagon; kapan dia harus terus bertarung dan kapan harus berhenti dengan segala konsekuensinya. Apalagi, ini cuma sebuah kompetisi olahraga -meskipun di-embel2i kata profesional, di mana Petarung boleh memilih untuk tidak mengakhiri hidupnya di dalam Octagon. Karena jika sampai meregang nyawa, kita2 ini -yang duduk di sudut Penonton, hanya bisa berucap; Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, turut berduka, RIP dan bermacam ucapan duka lainnya ditambah ribuan like atau emot di medsos sebagai tanda simpati. Tidak lebih. Dan kita cepat melupakannya karena mungkin masih ada lagi Petarung2 lucu berikutnya yang siap di-“bully”. Sedangkan anggota keluarga si Atlet tak akan pernah habis stock air mata untuk menangisi duka itu.

Namun di sisi lain Penonton juga punya “hak” untuk berkomentar, memberi kritik, atau bahkan “misuh-misuh” jika fight yang disuguhkan tidak bermutu -entah karena penyelenggara yang kurang profesional maupun Petarung yang tampil jelek. Apalagi jika untuk menontonnya harus merogoh kocek cukup banyak. Makin jengkel menjadi-jadi pastinya. Apalagi jika si Penonton hobinya “taruhan” dan lalu kalah akibat jagoannya klenger, makin menggila dia tak tahu harus ke mana mengadu. Sebentar mas, lha wong sampeyan nontonnya aja gratis a.k.a tinggal duduk manis kok ributnya masyaAllah mengalahkan kesedihan kubu Conor McGregor saat kalah dari si “dua jari tengahNate Diaz. Sungguh tak masuk di akal.

Akhirnya yang terjadi adalah bully mem-bully antara pihak yang pro dan kontra terhadap si Petarung. Kalau sudah begini bermunculanlah para aktivis Keyboard Warrior. Saling serang dan lempar kata makian tak jelas dan padahal si Petarungnya sendiri mungkin tidak menyadarinya.

Ngemeng2, Apa sih Keyboard Warrior?

Menurut Prof Google, Keyboard Warrior adalah seseorang yang karena tidak mampu mengekspresikan kemarahannya secara fisik lalu memilih menyalurkan kegeramannya tersebut melalui media internet, yang biasanya berbentuk tulisan2 agresif di mana orang tersebut tidak akan berani atau mampu melakukannya di dalam kehidupan nyata -entah karena ybs memiliki kekurangan fisik, dan tidak punya nyali atau keberanian di dalam kehidupan nyata.

Keyborad Warrior pastinya juga berkaitan dengan yang namanya Hyperpersonal Interaction,

yang merupakan sebuah model komunikasi interpersonal bermediasi komputer di mana seorang pengirim pesan akan memiliki kemampuan yang lebih besar untuk secara strategis mengembangkan dan memperbaiki caranya dalam mempresentasikan diri atau individu tertentu lainnya menjadi lebih optimal dibandingkan dengan komunikasi secara tetap muka langsung.

Siapapun bisa menjadi Petarung Keyboard.
Tidak terkecuali, kamu sendiri.
Iya kamu! Gak usah noleh ke kanan-kiri!

Lucunya, meski sering berdampak negatif seperti; membuat mental seseorang down, menimbulkan konflik yang berkepanjangan, menyebabkan hubungan di komunitas menjadi tidak terkendali, membuat rusuh dsb dsb, ulah si Petarung Keyboard terkadang juga bisa memberi pengaruh positif bagi sesamanya -seperti dikutip dari berbagai tulisan berikut ini :

1. Membuat orang lebih termotivasi; karena kritik keras dari para keyboard warrior lain biasanya menjadi motivasi dan mendorong kita untuk menjadi lebih baik.

2. Membuat orang lebih teliti; bertindak lebih ber-hati agar tidak gampang di-cari2 kesalahannya

3. Membuat seseorang menyadari kelemahan dirinya; karena kebanyakan keyboard warrior langsung menyerang kelemahan sang target hingga si target pun akhirnya sadar dan lalu berbenah.

4. Melatih mental menjadi lebih kuat; membaca kritik setiap hari membuat kita belajar untuk bisa menghadapinya dan secara tidak langsung mengasah mental menjadi pribadi yang kuat.

5. Mendapat lebih banyak teman; karena sering dibully biasanya akan mengundang simpati dari orang lain yang senasib gan. Hal ini tentunya membuat kamu menjadi lebih banyak teman.

Bisa begitu ya…. lol.
Kamu keyboard fighter? Pingin jadi keyboard fighter?
Pakai kaos ini. Atau yang ini ….wkwkwkwkwk.