Herry Guntar – LAC XIV 16 December 2017

Di sela2 break saat nonton Lindu Aji Championship (LAC) XIV kemarin terpelatuk berkesempatan ngobrol dengan Herry Guntar – mantan Petinju nasional era 80-an yang sering kali kita lihat di teve menemani para fighter saat bertarung di ajang OnePride MMA. Herry Guntar saat itu aktif meramaikan kompetisi tinju nasional dan tercatat beberapa kali menang antara lain sebagai Juara 1 di kelas Bantam Sarung Tinju Emas XII tahun 1987, Juara 2 dan 3 di kelas Ringan saat tampil di ajang yang sama tahun 1984 dan 1985. Setelah tidak aktif di percaturan tinju nasinal, beliau banyak terlibat dalam melatih atlet Tinju, Sanshou dan MMA di Semarang.

Sosok Guntar, selain ramah dan cepat akrab, juga tidak pelit berbagi ilmu kepada siapa saja. Lihat saja beberapa video berikut ini, saat beliau membocorkan beberapa jurus Tinjunya kepada Pak Zain -yang juga seorang praktisi Jiu Jitsu, Silat dan beberapa aliran bela diri lainnya asal Klaten.

Terima kasih koh Herry Guntar, kapan2 boleh ya sparring dengan saya 🙂

Santoso VS Adi Priyanto

Salah satu pertarungan yang paling mendebarkan di One Pride MMA Sabtu malam yang lalu. Kesabaran seringkali membuahkan kemenangan. Di awal2 ronde Petarung asal Blitar –Santoso ini sempat keteteran menghadapi serangan Adi Paryanto yang membuatnya berdarah. Namun dengan tenang dan penuh kesabaran Santoso akhirnya berhasil mengubah keadaan sesaat setelah knee attack-nya bersarang di dagu lawan. Santoso menang KO atas Adi.

Kemenangan tersebut akan memberi peluang kepada Petarung yang bernaung di Airlangga Jiu-jitsu ini untuk menantang kembali sang juara bertahan di kelas straw, Gunawan. Jika benar begitu, maka ini adalah partai rematch, karena keduanya pernah berlaga di bulan Juli 2017 lalu dengan Gunawan sebagai Pemenangnya.

Gambar diambil dari sini.

Santoso – Petarung Muda Berbakat

Ini adalah interview kali ke dua terpelatuk.com dengan petarung OnePride MMA. Sebelumnya, tiga bulan lalu interview yang sama dilakukan dengan Pendekar Becak Lawu –Suwardi. Kenapa Santoso? Kenapa Bukan para petarung yang saat ini memegang gelar juara? Hmm…kenapa tidak? Suatu hari Santoso –fighter yang bernama lengkap Muhammad Santoso ini, bisa saja menjadi juara. Dan juga para juara kan sudah seringkali diliput, mungkin jadi tidak enak jika di-tanya2 lagi dengan pertanyaan yg sama :). Kalian pasti sudah menyaksikan tarungnya saat melawan Edowar Firnanda yang berakhir dengan kuncian Arm bar yang mendebarkan. Padahal sebelumnya Edowar –fighter yang ber-nickname “Joker” ini tampak santai dan pede meskipun lawannya sempat membelitkan guilotine choke dari posisi bawah saat dirinya masuk ke halfguard.
Penasaran kan? Yuks kita kepoin siapa sih dan apa aktifitas se-hari2 mas Santoso yang asli Blitar dan kini berdomisili di kota Surabaya. Mariiii!

Berikut adalah recap interview terpelatuk dengan Santoso di sela2 kesibukannya berlatih.

Q (terpelatuk) : Assalamualaikum mas Santoso, apa kabar?
A (Santoso) : walaikumsalam, Alhamdulillah baik

Q: Bagaimana ceritanya mas Santoso bisa masuk ke dunia olah raga MMA?
A: Ceritanya panjang mas, saya memulai karir MMA saya sejak di Surabaya dengan mengikuti kejuaraan MMA amatir. Dan sayangnya pada saat itu saya merasa “dibohongi” oleh penyelenggara acara yang katanya dijanjikan hadiah total jutaan ternyata ketika menang juara satu, saya hanya dibayar sebesar Rp. 50 ribu saja. Peristiwa ini membuat saya merenung dan berniat untuk belajar lebih semangat lagi untuk menjadi lebh baik dengan mengikuti berbagai pertandingan Jiu Jitsu, Muay thai, dan juga Grappling

Q: Kapan Anda pertama kali mengenal MMA?
A: Saya mengenal MMA saat saya kuliah dan mendalami Jiu Jitsu lebih dalam dan akhirnya terbawa ke olahraga MMA

Q: Beladiri apa yg mas Santoso geluti sebelumnya? Sejak kecilkah?
A: Saya dulu berlatih gulat saat di SMP dan SMK. Pernah berlatih Silat juga, namun karena masih penasaran akhirnya saya terus mencari beladiri yang paling cocok dengan saya, dan akhirnya bertemulah dengan Jiu Jitsu

Q: Apakah keluarga Santoso dari kalangan pebeladiri/ Praktisi?
A: Tidak. Haya saya saja yang menggeluti beladiri

Q: Pertanyaan yang paling saya sukai: apakah menurut Santoso, olahraga MMA bisa memberikan kontribusi positif kepada generasi muda Indonesia saat ini? Boleh kasih contohnya?
A: Alhamdulilah bisa mas. Karena dengan ikut berlatih olahraga MMA kita bisa lebih baik dalam hal me-manage waktu. Bisa berbagi ilmu dengan teman-teman. Begitu. Contohnya, dulu ketika selesai mengikuti kuliah dapat materi terus langsung pulang –atau biasa disebut sebagai mahasiswa kupu-kupu malam 🙂 Tetapi dengan ikut berlatih beladiri dan juga terlibat di dalam organisasinya kita tidak memiliki lagi waktu kosong yang sia2. Semuanya terisi dengan kegiatan yang positif.

Q: Pendapat mas Santoso tentang anggapan orang mengenai MMA adalah olahraga yang brutal dan cenderung barbar?
A: Mereka belum mengerti dan memahami mendalam tentang MMA itu sendiri

Q: Apakah ada resistensi (penolakan) dari keluarga ketika pertama kali Santoso menyatakan keinginannya untuk ikut bertanding MMA? Atau keluarga menganggapnya ini adalah hal yang biasa? Bagaimana tanggapan keluarga saat ini?
A: Orang tua sempat tidak mengijinkan dengan alasan karena beladiri MMA adalah beladiri yang keras, demikian kata ibu saya.

Q: Apakah sang pacar tidak keberatan anda ikut MMA?
A: Alhamdulilah tidak :v

Q: Apakah menurut Santoso dunia MMA bisa menjanjikan sebagai profesi di masa mendatang?
A: Sangat bisa. Karena MMA ini olahraga yang terus berkembang dan apa lagi sekarang sudah ada wadahnya, yaitu OnePride MMA

Q: Apakah aktifitas sehari2 Santoso?
A: Saya masih kuliah, dan saat ini semester 5

Q: Boleh cerita tentang kegiatan klubnya? Pelatih, teman sparring dsb.
A: Untuk latihan kita lakukan sendiri. Saling menjadi Pelatih bagi teman2. Lalu sparing juga kita belajar bareng dengan bekal ilmu yang sudah kami dapatkan dari beladiri lain yang kita satukan dan kita ajarkan ke anak-anak yang baru karena pada dasarnya kami berawal dari UKM yang datang dari latarbelakang beladiri berbeda-beda. Untuk teman sparing biasanya saya lakukan dengan Achmat Muhaimin dan yang anggota lainnya di Airlangga Jiu Jitsu

Q: Menurut anda, apa modal yang paling utama untuk menjadi seorang atlet beladiri yang baik –khususnya MMA?
A: Tentunya penguasaan beladiri yang lengkap atas dan bawah. Dan juga keyakinan yang sangat tinggi

Q: Siapa lawan yang Santoso anggap paling tangguh selama turun bertanding di OnePride MMA?
A: Mas Gunawan Sutrisno

Q: MMA is about respect. Bagaimana menurut Santoso
A: hehe belum dijawab.

Q: Catatan tarung di One pride?
A: Saya turun bertanding 4 kali, dengan catatan 3 kali menang dan 1 kali kalah (3-1)

Q: Menurut Santoso, teknik apa dalam bela diri yang Santoso anggap paling efektif untuk menjadi pemenang dalam Octagon? Apakah Santoso lebih nyaman bertarung di atas atau di bawah?
A: RNC. Saya baik di atas maupun bawah merasa nyaman2 saja. Namun saya merasa lebih nyaman bertarung di bawah

Q: Apakah menurut Santoso teknik2 MMA juga efektif di jalanan?
A: Iya sangat efektif

Q: Siapa petarung MMA idola anda?
A: Khabib Nurmagomedov

Q: Siapa sosok yang paling berjasa mengantar Santoso sampai memasuki dunia MMA?
A: Ini adalah nama2 yang berjasa dalam kiprah saya di MMA: Hafid Nur Maradi, Novian Hartanto, Achmat Muhaimin, dan Danaradi Saputro.

Q: Apakah MMA akan menjadi masa depan anda?
A: Tidak. Karena MMA ada masanya, jadi nantinya saya ingin membuka usaha mendirikan sebuah Camp atau berdagang.

Itulah tadi beberapa tanya-jawab yang sempat terekam oleh terpelatuk.com. Semoga bermanfaat dan bisa memberi inspirasi positif bagi generasi muda -khususnya para Petarung MMA di Indonesia, aamiin.

Salah satu hal yang saya kagumi pada diri Santoso adalah keteguhannya di dalam beribadah, yang rela meninggalkan aktifitas berlatihnya karena berbarengan dengan jadwal ngaji di TPQ-nya. Bekal beragama yang kuat dan dorongan dari sang ibu membuatnya tidak pernah lupa. Semoga terus istiqomah.
#Respect.

Terus melaju! Sukses!

Rematch Suwardi – Rudy Agustian. Sebuah Penantian.

Sepertinya bukanlah Suwardi, jika hanya karena sebuah kekalahan dia harus mundur dan terus meratapi nasibnya. Suwardi harus legowo meminjamkan sabuk juaranya ke tangan Rudy -Si Golden Boy. Entah untuk berapa lama. Yang pasti, petarung asal Magetan ini menyatakan ingin menantang Rudy kembali di duel perebutan gelar.

Kini Suwardi harus puas menduduki peringkat ke dua di bawah Rama Supandhi.
berikut adalah Daftar Peringkat Kelas Terbang:

Juara: Rudy Agustian
1. Rama Supandhi
2. Suwardi
3. Iwan Hermawan
4. Adi Rominto Manurung
5. Toreq
6. Sutrisno
7. Muhammad Ridwan Kholik
8. Abdul Aziz Calim
9. Harinto Jaya
10. Winardi

Fakta Tentang Nyamuk.

Mahluk kecil yang bernama Nyamuk seringkali kita remehkan, atau bahkan kita benci karena kadang membawa petaka. Tetapi di balik sosoknya yang menyebalkan ternyata binatang nyamuk menyimpan banyak misteri dan kecanggihan teknologi -yang mungkin kalian belum pernah tahu sebelumnya.

Berikut ini adalah fakta2 unik tentang mas Nyamuk :

• Hanya nyamuk betina yang menggigit dan menghisap darah, dan ini semata untuk kebutuhan reproduksi mereka (yang jantan terus ngapain kerjanya? Maenan hape)
• Nyamuk lebih menyukai warna gelap. Hayo yang kulitnya item siap2 ya … lol
• Beberapa orang memang cenderung lebih banyak digigit nyamuk daripada yg lain karena nyamuk tertarik dengan zat kimia yang ada di tubuh mereka.
• Nyamuk betina bisa mendeteksi Anda hingga sejauh 120 kaki mengikuti arah angin.
• Nyamuk juga bisa mendeteksi suhu tubuh Anda dari jarak 3 hingga 7 kaki.
• Nyamuk menjadi lebih aktif lima kali lipat di saat bulan Purnama –nyamuk Vampir ini mah
• Nyamuk hanya membutuhkan satu sendok makan air untuk bisa berkembang biak
• Nyamuk memiliki 100 buah mata, 48 gigi di dalam mulutnya dan juga 3 buah jantung
• Di dalam badan nyamuk terdapat mesin X-Ray digital –yang berfungsi untuk membedakan antara kulit manusia dengan kulit yang lain saat sedang berada di lingkungan yang gelap.
• Nyamuk memiliki vaksin yang berfungsi untuk anastesi lokal yang mempermudah memasukkan ‘duri’ pada kulit manusia sehingga kita tidak merasakan sakit saat disuntiknya
• Di dalam badan nyamuk terdapat fasilitas untuk mengetes type darah yang diharapkan.
• Beberapa Aroma bisa membuat nyamuk kebingungan. Nyamuk ‘terganggu’ oleh aroma buah-buahan, ‘mint’ dan cokelat atau karamel.
• Nyamuk selalu me-ngiang2 di sekitar kepala kita karena nyamuk tertarik dengan karbondioksida (CO2) yang kita keluarkan. Mereka bisa mendeteksinya dari jarak sekitar 30 meter. Dan karena CO2 itu keluar dari mulut dan hidung, karenanya nyamuk tertarik mendekat ke sekitar kepala kita.
• Virus bisa meningkatkan Nafsu nyamuk dalam menghisap Darah
• Parasit (Malaria misalnya) membuat nyamuk semakin ‘tergila-gila’ pada bau keringat manusia
• Air liur nyamuk menimbulkan rasa Gatal ketika sedang mengginggit kulit manusia
• Gigitan nyamuk menjadi penyebab meninggalnya Alexander yang Agung Alexander ‘the Great’ -Sang Raja Macedonia yang menahlukkan Persia
• Nyamuk menyukai tubuh yang berkeringat (makanya mandi broh)
• Nyamuk sangat menyukai bir…. (hati2 kalian yg suka minum)
• Nyamuk menyukai kaki yang bau (sikilmu kui lho perhatiin)
• Nyamuk lebih menyukai orang yang berdiri di pinggir dalam kerumunan daripada yang berada di tengah.
• Nyamuk tidak menyukai taman yang terawatt
• Alat “pemancing” nyamuk justru akan membuat jumlah nyamuk yg datang semakin banyak karena alat tersebut mengeluarkan gas karbondioksida untuk memerangkap para nyamuk
• Nyamuk menyukai wanita hamil karena pengeluaran karbondioksida dari tubuh mereka semakin banyak, terutama di bagian perut

Informasi ini disarikan dari berbagai sumber di Internet 🙂

Vincent Majid VS Alan Dos Santos

You could say it’s a once in a lifetime moment when terpelatuk.com finally got the chance to meet Vincent Majid –a well known fighter, not only in the MMA world but also in other martial arts he does such as Sambo and Luta Livre. While it might as well be true, in real life, it surprised me how easy our conversation turned into a somewhat warm, relaxed, and funny one. The fact that I also got to meet Prof Alan Dos Santos –the Brazilian MMA fighter who has made his own name known in the professional since 2009 with a smooth 16-3 record, was just the cherry on top of the ice cream. He was invited to Luta Livre seminar held in Nerium. Frankly speaking, I don’t really know much about him aside from reading his records from Sherdog, but just by getting a glimpse of him during our introduction, I immediately knew that I’d respect him and well, there’s just this undeniable champion aura he oozes. Vincent called him the Professor –a nickname to suit such a person with high competence in the self defense art he mastered in Brazil -a black belt at that too.

A post shared by herry r munadji (@rmunadji) on

I got to meet the duo at the hotel and we decided to talk somewhere else more representative of the city. Of course, I was accompanied by my friend Budi from Han Academy and also Vincent’s wife, Widya. I only knew Budi a few weeks ago from an MMA enthusiast group in Facebook and we clicked quite quickly from then. It was Budi who texted me and arranged this meeting.

#LutaLivre with Prof. @alandossantosmma @vincentmajidmma @dibyapradipta @budi_el_tigre

A post shared by herry r munadji (@rmunadji) on

So I went to said hotel and met Vincent in person for the first time. I don’t think I should mention his positive attitude -humble and lovely to talk to despite his status, anymore because all of you might already know that. Or his MMA and Kickboxing records both at 6-0 and not to forget his self defense background, I probably know less than what you guys do. Moments later Prof Alan found us at the lobby, and how pleasantly surprising it was to find that he was –so humble and friendly. I could almost see a Javanese person in him!

While we enjoyed the trip to our designated location that hot afternoon –lots of traffic, by the way, we decided to go straight to questions and answers. I honestly had 10-15 questions for them all set in my head, but I decided against it and tried to have a more relaxed conversation as if we were old friends. I’m not entitled to playing reporter anyway, haha.

The latest update from Coach Vincent Majid, who was wearing his brown Luta Livre belt which he had just gotten from Mestre Marcelo Brigadeiro through Prof Alan Dos Santos earlier this November, Vincent also had just won a fight in an event called Fight against Drug in Batam, October 28th exactly on the Indonesian youth pledge –in which he defeated Shafiq Marican, a Malaysian heavyweight pride by an Americana lock. Congratulations once again Vincent, stay humble and never stop training!

How did you get in to this MMA sport? This was the question I managed to ask Prof Alan as soon as we sat on a table, waiting for our food to be served. I might have an impression that a Brazilian fighter would start somewhere from street fights, but it appeared that I was wrong. Alan learned a bunch of self defense practices and started boxing around the age of 20 –so, definitely not from the streets. He began his MMA debut in 2009 and managed to get a 16-3 record, the wins from 8 submissions, 6 KOs and 2 decisions accordingly. His last fight was in 2015. When being asked whether he had any thoughts of going back into the Octagon, he said he wouldn’t reject the offer as long as the doctor approves. FYI –he is also a cancer survivor. Such a strong man, he is.

About Indonesian’s MMA development, his answers implied that he would love to train and maybe even fight in MMA Indonesia. I said, nothing is impossible. Who knows? One day One Pride MMA might have just come up with a heavyweight division. It’s not 100% nonsense, not when TPIFC once had already considered it. There would be Galih Suroso, Lily Uday, Sunaryo, as well as Ida Bagus Putu Sujana. And it might just be coming soon 🙂

When asked Do you like to stand with your opponents or take them to the ground? He said that he likes striking but off course he loves ground game because he enjoy the situation.

The last question that I remember was If you could have one dream fight with anyone in UFC, who would it be? He said he‘s not dreaming to fight in the UFC. But he would love to fight in One Championship and One Pride as well. Oh, I forgot to ask him What is his favorite strike or submission to use in any fight? But I’m guessing you could see it from his records 🙂

I think the best question asked was, “So when are we going to do the interview Pak?” Wait… what have we been doing? Lol.

And, Yesterday, I was lucky enough to attend Prof’s seminar at the Nerium. And here are some documentation I took. Thank you Sifu Vincent Majid and obrigado Prof Alan Dos Santos. Maturnuwun mas Budi dan mba Widya. Sukses selalu.

This is how we roll!

Rudi Gunawan Ahong VS Zuli Silawanto – OnePride MMA FightNight #14

Petarung Rudi Gunawan kembali mempertahankan gelar juaranya setelah berhasil menghentikan Petarung Veteran Zuli Silawanto di detik ke 15 ronde pertama. Rudi -yang lebih populer dengan panggilan Ahong, tampak begitu percaya diri saat melenggang memasuki Octagon. Rudi juga terus menerus menebar senyum imut-nya ke sana-sini pertanda dirinya tidak gentar menghadapi petarung TigerShark yang sudah kenyang asam garam dalam dunia persilatan MMA. Begitu Mustadi Aneta -orang ke tiga di dalam Octagon, memberi aba2 kepada ke dua petarung untuk fight, Rudi langsung melayangkan front kick kirinya yang keras ke arah Zuli. Zuli menghindar ke belakang dan tampak hanya menyentuh lengan kirinya. Rudi langsung mencoba dengan Mawashi kanan namun kembali mentah. Dalam sepersekian detik Rudi langsung memburu the Shark dengan kombinasi hook dan overhand kanan-kiri. Zuli mencoba berlari menghindar namun sayang pukulan ke tujuh mendarat telak di dagunya dan membuatnya langsung terkapar. Hanya dalam hitungan empatbelas detik. Sangat mendebarkan.

Menonton pertarungan Rudi selalu meninggalkan ketegangan yang berkecamuk dengan rasa lega di hati kita. Rudi -lagi2 menunjukkan kepada kita semangat bertarung dan sportifitas yang sangat tinggi. Rudi selalu memiliki kontrol yang sangat baik untuk tidak melukai lawannya yang sudah terjatuh. Bahkan tampak semalam dia berusaha membantu Wasit meluruskan kaki Zuli. Sekali lagi Ahong menunjukkan bahwa MMA adalah tentang respect. Selamat buat Ahong, yang kini mencatat rekor 7-0.

Viva: – Aksi sensasional kembali ditunjukkan oleh juara kelas welter, Rudy Gunawan alias Ahong. Dalam One Pride Mixed Martial Arts Fight Night 14, Sabtu 4 November 2017, Ahong kembali menang cepat atas lawannya. Baca di sini

UFC 217: Berpindahnya Tiga Sabuk Juara UFC

Benar2 gila! UFC 217 pagi ini benar2 sangat menghibur dan memukau para penikmat olahraga Mixed Martial Arts di seluruh dunia. Betapa tidak, telah terjadi perpindahan tiga gelar juara hanya dalam satu malam. Yang pertama, Rose Namajunas berhasil merebut juara kelas Strawweight setelah men-TKO Joanna Jedrzejczyk di ronde pertama. Yang ke dua, T.J. Dillashaw menang TKO atas Cody Garbrandt -sang juara kelas Bantamweight di ronde ke dua, dan terakhir tentu saja GSP yang berhasil mengistirahatkan Michael Bisping -juara kelas Menengah.

Kembalinya sang Mantan juara kelas welter UFC ke Octagon -yang vakum empat tahun ini, benar2 mengejutkan para penonton -tak terkecuali sang juara bertahan Michael Bisping dan harus rela menyerahkan Sabuk Juara yang disandangnya setelah tertidur pulas dalam kuncian Rear Naked Choke GSP yang ketat. Bisping tidak melakukan tap out dan dinyatakan kalah Technical Submission di ronde ke tiga menit ke 4:23. Dengan kemenangannya Georges St-Pierre mengukuhkan dirinya sebagai petarung MMA keempat dalam sejarah UFC yang berhasil menyandang gelar Juara di dua kelas yang berbeda.

UFC 217 VS OnePride MMA #14

Ga usah pusing2, tonton saja besok malam di TV One. Dan Minggunya, di FoxSport.
Dah, gitu aja. Eh kopinya mana….?

Bisping VS GSP – UFC 217

Sang Juara kelas menengah UFC Inggris Michael Bisping berencana untuk memperkuat legacy-nya dengan kemenangan atas legenda UFC Georges St-Pierre di tarung utama di UFC 217 yang bakal digelar akhir pekan ini. Seperti yang kita tahu, mantan juara di kelas welter UFC St-Pierre kembali dari tidurnya selama empat tahun untuk menantang Bisping dan merebut gelar kelas menengahnya.

Berbicara kepada media di Los Angeles menjelang pertarungan, Bisping mengatakan bahwa GSP telah menggigit lebih dari yang bisa dikunyahnya (ini ungkapan untuk suatu hal yg sulit dilakukan) dengan menantang dirinya. “Dia memiliki keunggulan kekuatan dan ukuran,” jelasnya. “Tapi aku jelas2 lebih besar darinya dan dia tidak memiliki keunggulan itu.

Bisping -yang meskipun di awal tahun ini mengisyaratkan bahwa tarungnya dengan St-Pierre di New York adalah yang terakhir namun belakangan dia menepis keinginan itu, mengatakan bahwa dia sedang mempertimbangkan untuk sekali lagi bertarung dengan melawan juara interim Robert Whittaker di Inggris.

“Saya katakan bahwa ini mungkin pertarungan terakhir saya, tapi setelah ini saya merasa harus menyatukan gelar juara,” jelasnya.

Media lunching

A post shared by Mikebisping (@mikebisping) on