Santoso – Petarung Muda Berbakat

Ini adalah interview kali ke dua terpelatuk.com dengan petarung OnePride MMA. Sebelumnya, tiga bulan lalu interview yang sama dilakukan dengan Pendekar Becak Lawu –Suwardi. Kenapa Santoso? Kenapa Bukan para petarung yang saat ini memegang gelar juara? Hmm…kenapa tidak? Suatu hari Santoso –fighter yang bernama lengkap Muhammad Santoso ini, bisa saja menjadi juara. Dan juga para juara kan sudah seringkali diliput, mungkin jadi tidak enak jika di-tanya2 lagi dengan pertanyaan yg sama :). Kalian pasti sudah menyaksikan tarungnya saat melawan Edowar Firnanda yang berakhir dengan kuncian Arm bar yang mendebarkan. Padahal sebelumnya Edowar –fighter yang ber-nickname “Joker” ini tampak santai dan pede meskipun lawannya sempat membelitkan guilotine choke dari posisi bawah saat dirinya masuk ke halfguard.
Penasaran kan? Yuks kita kepoin siapa sih dan apa aktifitas se-hari2 mas Santoso yang asli Blitar dan kini berdomisili di kota Surabaya. Mariiii!

Berikut adalah recap interview terpelatuk dengan Santoso di sela2 kesibukannya berlatih.

Q (terpelatuk) : Assalamualaikum mas Santoso, apa kabar?
A (Santoso) : walaikumsalam, Alhamdulillah baik

Q: Bagaimana ceritanya mas Santoso bisa masuk ke dunia olah raga MMA?
A: Ceritanya panjang mas, saya memulai karir MMA saya sejak di Surabaya dengan mengikuti kejuaraan MMA amatir. Dan sayangnya pada saat itu saya merasa “dibohongi” oleh penyelenggara acara yang katanya dijanjikan hadiah total jutaan ternyata ketika menang juara satu, saya hanya dibayar sebesar Rp. 50 ribu saja. Peristiwa ini membuat saya merenung dan berniat untuk belajar lebih semangat lagi untuk menjadi lebh baik dengan mengikuti berbagai pertandingan Jiu Jitsu, Muay thai, dan juga Grappling

Q: Kapan Anda pertama kali mengenal MMA?
A: Saya mengenal MMA saat saya kuliah dan mendalami Jiu Jitsu lebih dalam dan akhirnya terbawa ke olahraga MMA

Q: Beladiri apa yg mas Santoso geluti sebelumnya? Sejak kecilkah?
A: Saya dulu berlatih gulat saat di SMP dan SMK. Pernah berlatih Silat juga, namun karena masih penasaran akhirnya saya terus mencari beladiri yang paling cocok dengan saya, dan akhirnya bertemulah dengan Jiu Jitsu

Q: Apakah keluarga Santoso dari kalangan pebeladiri/ Praktisi?
A: Tidak. Haya saya saja yang menggeluti beladiri

Q: Pertanyaan yang paling saya sukai: apakah menurut Santoso, olahraga MMA bisa memberikan kontribusi positif kepada generasi muda Indonesia saat ini? Boleh kasih contohnya?
A: Alhamdulilah bisa mas. Karena dengan ikut berlatih olahraga MMA kita bisa lebih baik dalam hal me-manage waktu. Bisa berbagi ilmu dengan teman-teman. Begitu. Contohnya, dulu ketika selesai mengikuti kuliah dapat materi terus langsung pulang –atau biasa disebut sebagai mahasiswa kupu-kupu malam 🙂 Tetapi dengan ikut berlatih beladiri dan juga terlibat di dalam organisasinya kita tidak memiliki lagi waktu kosong yang sia2. Semuanya terisi dengan kegiatan yang positif.

Q: Pendapat mas Santoso tentang anggapan orang mengenai MMA adalah olahraga yang brutal dan cenderung barbar?
A: Mereka belum mengerti dan memahami mendalam tentang MMA itu sendiri

Q: Apakah ada resistensi (penolakan) dari keluarga ketika pertama kali Santoso menyatakan keinginannya untuk ikut bertanding MMA? Atau keluarga menganggapnya ini adalah hal yang biasa? Bagaimana tanggapan keluarga saat ini?
A: Orang tua sempat tidak mengijinkan dengan alasan karena beladiri MMA adalah beladiri yang keras, demikian kata ibu saya.

Q: Apakah sang pacar tidak keberatan anda ikut MMA?
A: Alhamdulilah tidak :v

Q: Apakah menurut Santoso dunia MMA bisa menjanjikan sebagai profesi di masa mendatang?
A: Sangat bisa. Karena MMA ini olahraga yang terus berkembang dan apa lagi sekarang sudah ada wadahnya, yaitu OnePride MMA

Q: Apakah aktifitas sehari2 Santoso?
A: Saya masih kuliah, dan saat ini semester 5

Q: Boleh cerita tentang kegiatan klubnya? Pelatih, teman sparring dsb.
A: Untuk latihan kita lakukan sendiri. Saling menjadi Pelatih bagi teman2. Lalu sparing juga kita belajar bareng dengan bekal ilmu yang sudah kami dapatkan dari beladiri lain yang kita satukan dan kita ajarkan ke anak-anak yang baru karena pada dasarnya kami berawal dari UKM yang datang dari latarbelakang beladiri berbeda-beda. Untuk teman sparing biasanya saya lakukan dengan Achmat Muhaimin dan yang anggota lainnya di Airlangga Jiu Jitsu

Q: Menurut anda, apa modal yang paling utama untuk menjadi seorang atlet beladiri yang baik –khususnya MMA?
A: Tentunya penguasaan beladiri yang lengkap atas dan bawah. Dan juga keyakinan yang sangat tinggi

Q: Siapa lawan yang Santoso anggap paling tangguh selama turun bertanding di OnePride MMA?
A: Mas Gunawan Sutrisno

Q: MMA is about respect. Bagaimana menurut Santoso
A: hehe belum dijawab.

Q: Catatan tarung di One pride?
A: Saya turun bertanding 4 kali, dengan catatan 3 kali menang dan 1 kali kalah (3-1)

Q: Menurut Santoso, teknik apa dalam bela diri yang Santoso anggap paling efektif untuk menjadi pemenang dalam Octagon? Apakah Santoso lebih nyaman bertarung di atas atau di bawah?
A: RNC. Saya baik di atas maupun bawah merasa nyaman2 saja. Namun saya merasa lebih nyaman bertarung di bawah

Q: Apakah menurut Santoso teknik2 MMA juga efektif di jalanan?
A: Iya sangat efektif

Q: Siapa petarung MMA idola anda?
A: Khabib Nurmagomedov

Q: Siapa sosok yang paling berjasa mengantar Santoso sampai memasuki dunia MMA?
A: Ini adalah nama2 yang berjasa dalam kiprah saya di MMA: Hafid Nur Maradi, Novian Hartanto, Achmat Muhaimin, dan Danaradi Saputro.

Q: Apakah MMA akan menjadi masa depan anda?
A: Tidak. Karena MMA ada masanya, jadi nantinya saya ingin membuka usaha mendirikan sebuah Camp atau berdagang.

Itulah tadi beberapa tanya-jawab yang sempat terekam oleh terpelatuk.com. Semoga bermanfaat dan bisa memberi inspirasi positif bagi generasi muda -khususnya para Petarung MMA di Indonesia, aamiin.

Salah satu hal yang saya kagumi pada diri Santoso adalah keteguhannya di dalam beribadah, yang rela meninggalkan aktifitas berlatihnya karena berbarengan dengan jadwal ngaji di TPQ-nya. Bekal beragama yang kuat dan dorongan dari sang ibu membuatnya tidak pernah lupa. Semoga terus istiqomah.
#Respect.

Terus melaju! Sukses!

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *