MMA is about Respect

Ada beberapa hal yang mungkin tidak kita dapati saat menonton sebuah pertandingan MMA hanya dari layar televisi ; atmosfir octagon, riuh rendah para supporter, orang2 yang bekerja keras di balik semua itu dan juga sportifitas yang ditunjukkan oleh para Petarung -baik di dalam maupun di luar Octagon. Ini adalah alasan utama kenapa terpelatuk sangat menyukai menonton MMA –yang bagi beberapa kalangan masih dianggap tidak mendidik dan hanya menjual kebrutalan yang dilegalkan.

Menjunjung tinggi sportifitas adalah kunci utama bagi para Petarung dan merupakan nyawa bagi olahraga MMA itu sendiri. Respect and Honor. Berapa ratus kali kalian menonton dua kontestan yang babak belur saling baku pukul, tendang dan piting di kandang, tetapi mereka berpelukan sebagai tanda hormat dan sportif begitu bel di ronde tiga berbunyi di akhir menit ke lima.

Sebagai penggemar MMA yang hanya memiliki background penonton (a.k.a keyboard fighter, a.k.a keyboard warrior), adegan di atas sungguh memiliki arti tersendiri.

Sabtu malam lalu, saat tarung main card sudah usai, saya melihat Abro Fernandes –The Black Komodo, sang juara kelas Bantam OnePride yang malam itu berhasil mempertahankan sabuknya, ber-lari2 mengejar Rully Karame dan team-nya yang terlihat meninggalkan kerumunan bersiap untuk pulang. Kamera terpelatuk langsung on dan cepat mengambil gambar mereka. Abro menunjukkan respect dan sportifitas yang sangat tinggi kepada lawannya.

Respect buat petarung MMA seperti ini.
Karena “Respect –is what MMA is all about“.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *